Kawasan Ekonomi

Pertumbuhan Kota Malang yang semakin pesat, mengakibatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Malang sendiri bergerak sangat cepat. Kawasan strategis ekonomi di Kota Malang terbagi menjadi 2 yaitu kawasan perdagangan yang berpusat di sekitar Pasar Besar Kota Malang, serta kawasan sentra industri yang tersebar di setiap kecamatan di Kota Malang seperti sentra industry keripik di Sanan, sentra mubeul di Tunjungsekar, sentra saniter di Karangbesuki, sentra kerajinan rotan di Arjosari. Keberadaan kawasan strategis ekonomi ini khusunya kawasan perdagangan telah didukung dengan sarana dan prasarana transportasi yang memadai serta jaringan utilitas yang mendukung kegiatan di kawasan tersebut. Pengembangan kawasan ini harus didukung oleh semua pihak (pemerintah, swasta, dan masyarakat) karena keberadaan sentra-sentra industri maupun di Kota Malang dapat menjadi salah satu penarik orang untuk berkunjung ke Malang dan tentunya akan meningkatkan pendapatan daerah Kota Malang. Secara lebih jelas akan terlihat pada peta Kawasan strategis ekonomi Kota Malang.

Untuk mendukung pengembangan kawasan strategis ekonomi di sekitar Pasar Besar Kota Malang, maka direncanakan adanya suatu zona pedestrian. Zona ini merupakan bentuk keterkaitan pengembangan kawasan strategis dengan pengembangan sistem jaringan transportasi. Adanya perencanaan konsep pengembangan zona pedestrian didasari pada kondisi penumpukan arus lalu lintas akibat aktivitas ekonomi yang cukup tinggi di sekitar kawasan pasar besar, baik dari kendaraan pribadi, kendaraan umum, maupun pejalan kaki. Untuk menunjang keamanan dan kenyamanan dalam berbelanja, maka kawasan zona pedestrian ini dikembangkan dengan sistem hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan angkutan umum. Rencana pengembangan zona pedestrian ini meliputi :

  1. Zona bebas kendaraan pribadi, khusus kendaraan umum dan pejalan kaki yang meliputi ruas jalan : jalan Pasar Besar, jalan Sersan Harun serta jalan Kopral Usman
  2. Zona Parkir kendaraan pribadi pada ruas jalan : jalan Wiro Margo, jalan Zainul Arifin serta jalan Kyai Haji Tamin
  3. Pengalihan rute kendaraan pribadi melalui rute jalan : direncanakan pada ruas jalan Gatot Subroto, jalan S W Pranoto - jalan Sultan Syahrir, jalan Kyai Haji Tamin, serta jalan KH Agus Salim – jalan Zainul Arifin – jalan KH Ahmad Dahlan.
  4. Penyediaan sarana pendukung yang meliputi : lampu penerangan, rambu pejalan kaki, tanaman, telpon umum, tempat sampah, pos keamanan, toilet umum, bangku duduk untuk beristirahat, pemandangan yang mendukung, lintasan jalan yang baik, kanopi yang menyejukkan serta magnet pemandangan lain yang menyebabkan pejalan kaki betah berjalan di kawasan tersebut.
  5. Perencanaan konsep zona pedestrian memerlukan adanya suatu studi kajian kelayakan pengembangan yang terkait dengan guide line mengenai tata letak dan denah yang berisi berbagai rancangan dan peta zona tersebut. Tentang tempat parkir, lintas jalan yang akan dilalui, rancangan trotoar yang nyaman untuk pejalan kaki, serta aturan mengenai kapan di berlakukannya zone pejalan kaki.